Berikut ini Jenis-jenis Lensa dan Fungsinya yang Patut Diketahui

Berikut ini Jenis-jenis Lensa dan Fungsinya yang Patut Diketahui

Banyak yang beranggapan bahwa body merupakan bagian terpenting dari sebuah kamera, baik itu DSLR ataupun mirrorless. Memang tidak salah ketika beranggapan seperti itu, namun sebenarnya bagian yang terpenting dalam sebuah kamera adalah terletak di lensanya.

Oleh sebab itu, terkadang harga sebuah lensa kamera hampir setara dengan harga sebuah body kamera. Ditambah lagi, sebesar apapun sensor di dalam  body atau juga semua fitur yang dimiliki, tetap saja lensa kamera berperan penting untuk dapat menghasilkan sebuah gambar yang terbaik. Nah, sebelum berbicara lebih lanjut mengenai jenis-jenis lensa, ada baiknya untuk mengetahui dan memahami terlebih dahulu apa yang ada di sebuah lensa.

Pada dasarnya semua jenis lensa memiliki focal length atau jarak titik fokus ke pusat optik dari lensa tersebut sendiri-sendiri. Focal length ini merupakan penentu kelebaran dari sudut pandang lensa. Selain focal length, setiap lensa juga memiliki aperture atau penentu dari banyak tidaknya cahaya yang masuk dan dapat ditangkap optik lensa dan nantinya dapat dikirimkan ke bagian sensor pada body kamera.

Lensa sendiri tidaklah dibuat dengan satu ukuran dan memiliki kegunaan yang beragam karena produsen lensa sudah menyendirikan dan membuat jenis-jenis lensa untuk satu kegunaan khusus. Berikut ini adalah macam-macam jenis lensa yang dijual di pasaran.

Jenis lensa dan fungsinya

  • Lensa fix

Lensa fix

Lensa fix ini merupakan jenis lensa yang mempunyai focal length paten dan tidak dapat ditambah atau dikurangi, seperti contohnya yang berukuran 50 mm, 85 mm atau juga 100 mm. Lensa fix ini dibuat untuk menghasilkan hasil yang sama seperti apa yang dapat dilihat dan ditangkap oleh mata manusia.

  • Lensa wide angle

Lensa wide angle

Seperti namanya, lensa wide angle ini merupakan jenis lensa yang mampu menangkap angle secara meluas. Optik lensa di bagian dalamnya menggunakan kaca cekung yang mana semakin melebar, obyek yang ditangkap akan terkesan semakin membengkok ke arah luar. Focal length dari lensa-lensa wide angle ini cukup rendah jika dibandingkan dengan lensa standar, yaitu dari 10 mm sampai dengan 42 mm.

  • Lensa fisheye

Lensa fisheye

Lensa fisheye ini merupakan kebalikan dari lensa wide angle di mana akan membuat obyek terlihat lebih besar pada bagian tengah dan kecil untuk bagian sekeliling luarnya. Hal itu dikarenakan optik lensa bagian dalamnya menggunakan lensa cembung.

  • Lensa makro

Lensa makro

Bagi yang menyukai gambar-gambar kecil dengan tampilan detail, maka lensa makro adalah jenis lensa yang patut dicoba. Lensa makro ini merupakan lensa yang memiliki focal length antara 50 mm sampai 200 mm dengan kemampuan untuk meng-close up obyek sampai tingkat yang paling detail. Cara kerja optik lensa di bagian dalamnya memiliki cara kerja mirip dengan mikroskop.

  • Lensa tilt-shift

Lensa tilt-shift

Lensa satu ini mungkin tergolong paling baru di antara banyak jenis lensa lainnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, maka akan memunculkan sudut pandang yang berbeda dari apa yang dapat ditangkap dan dihasilkan jenis lensa lain. Hal itu dikarenakan lensa tilt-shift akan menangkap obyek secara linear dan memberikan efek tajam ke bagian tengahnya kemudian mengaburkan sisi luarnya.

  • Lensa zoom

Lensa zoom

Lensa zoom merupakan jenis lensa yang dapat digunakan untuk mengambil foto obyek dari jarak jauh dan juga masih dapat digunakan untuk mengambil foto obyek dari jarak dekat seperti kamera standar pada umumnya. Focal length lensa zoom berkisar antara 24 mm sampai dengan 30 mm saja.

  • Lensa telephoto

Lensa telephoto

Nah, lensa satu ini dapat dikatakan sebagai jenis lensa yang sangat direkomendasikan bagi orang-orang yang suka mengambil foto obyek dari jarak yang jauh sekali. Dikatakan jauh karena memang focal length yang dimiliki jenis lensa satu ini adalah 100 mm sampai dengan 800 mm, bahkan ada yang mencapai di atasnya.