Ingin Memotret Kembang Api? Ikuti Langkah-langkah Berikut!

Ingin Memotret Kembang Api? Ikuti Langkah-langkah Berikut!

Banyak beredar di internet sampai dengan yang digunakan sebagai foto di kalender atau sejenisnya, sebuah karya fotografi dengan tema fireworks atau kembang api. Memang terlihat cukup mudah untuk memotret kembang api yang meledak berwarna-warni di langit, namun sebenarnya dibutuhkan teknik khusus untuk dapat menghasilkan sebuah foto yang sangat menarik.

Nah, berikut ini apa saja yang dibutuhkan atau perlu dipersiapkan untuk mengabadikan meledaknya kembang api di langit malam.

– Tripod yang berfungsi untuk digunakan menyangga kamera karena akan sulit menjaga gear ketika memakai mode over exposure

– Remote atau kabel shutter yang berfungsi untuk membuat shutter aktif tanpa harus ada kontak fisik antara sang fotografer dengan kamera. Dengan tidak adanya kontak fisik, maka kamera akan tetap dalam kondisi stabil atau tidak bergetar sama sekali.

– Baterai dan memory card cadangan berfungsi untuk berjaga-jaga ketika baterai utama habis atau memory card penuh.

– Tempat. Dipercaya atau tidak, ketika ingin mengabadikan kembang api, maka tempat adalah salah satu yang harus dipikirkan karena dengan angle yang tepat, hasilnya juga akan bagus.

Setelah mengetahui apa saja yang harus dibawa, maka tiba saatnya untuk mengatur settingan pada kamera.

– Memang tidak semua kamera mampu menangkap fokus dengan cepat ketika menggunakan mode autofocus. Namun mode ini sangat dibutuhkan sekali untuk dapat mengambil titik fokus tepat pada area kembang api meledak. Memang dapat juga menggunakan mode manual, namun memotret di malam hari akan lebih susah dalam mencari fokus dibandingkan saat siang hari atau di tempat yang kaya cahaya.

– Tidak sedikit yang menyarankan untuk menggunakan mode auto untuk pengaturan white balancenya, namun kamu dapat juga bereksperimen menggunakan mode daylight atau yang berlogo matahari. Hal itu berfungsi agar sensor lensa dapat dipaksa secara maksimal mendapatkan cahaya.

Kembang Api

– Tidak dapat dipungkiri jika memotret di saat malam hari atau di tempat yang minim pencahayaan, maka noise akan muncul ketika hasil foto sudah diketahui atau dicetak. Hanya saja, saat ingin memotret kembang api, disarankan untuk menonaktifkan fitur noise reduction karena justru membuat kamera lebih lambat dalam pemrosesannya.

– Blitz atau flash juga sebaiknya tidak digunakan karena percuma juga harus memakai pencahayaan tambahan tersebut. Bahkan saat kamu menggunakan blitz atau flash, maka kembang api yang akan diabadikan bakal berwarna hitam karena kalah dengan cahaya fitur tersebut.

– Dikarenakan memang membutuhkan background hitam agar kembang api dapat tertangkap dengan bagus, maka aturlah ISO ke posisi rendah antara 100 sampai 200 saja. Hal ini dilakukan agar kualitas gelapnya backround tetap terjaga.

– Untuk masalah pengaturan aperture-nya, ini sebenarnya tergantung dari masing-masing fotografer. Pasalnya, setiap fotografer memiliki kesukaan akan obyek yang terang dan ada yang suka obyek terlihat gelap yang nantinya difungsikan untuk diedit kembali. Namun sebagai tengah-tengahnya, disarankan untuk menggunkan aperture mid-range atau di kisaran f/8, f/10 atau juga f/16.

– Setelah mengatur ISO dan aperturenya, maka langkah selanjutnya adalah memposisikan shutter speednya di level terendah sekali, yaitu di mode Bulb. Ketika menggunakan mode ini, maka shutter akan sangat lambat dalam menutup. Hal itu dikarenakan sensor lensa berusaha menangkap dan mengumpulkan cahaya agar foto yang dihasilkan tidak gelap. Dan tentu saja sebagai imbasnya adalah baterai yang digunakan akan lebih mudah atau cepat habis.