Kursus Fotografi Untuk Anak, Pentingkah?

Kursus Fotografi Untuk Anak, Pentingkah?

Berkat adanya telepon pintar, anak kini sudah semakin mahir dalam menggunakan aneka fitur yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah fitur kamera. Karena sudah sangat terbiasa dengan aktivitas mengambil gambar ini, banyak di antara anak-anak yang tidak asing lagi dengan kamera, bahkan walau hanya terbatas pada kamera saku. apakah penting kursus fotografi untuk anak?

Meskipun hasil gambar terkadang masih blur karena tangan kecil mereka belum stabil dalam memegang kamera, namun setidaknya anak-anak telah paham sedikit prinsip dalam fotografi. Misalnya, mereka tahu tombol mana yang harus ditekan untuk menghasilkan gambar, serta langkah selanjutnya agar foto yang diambil dapat tersimpan.

Beberapa orangtua mungkin mulai memikirkan untuk mengikutsertakan anak dalam kelas fotografi. Kursus fotografi ini sendiri biasanya akan ditujukan untuk anak usia 8 hingga 15 tahun. Pertimbangan untuk mengikuti kursus fotografi ini adalah kekuatan fisik yang diperlukan dan belum dimiliki anak usia di bawah 8 tahun.

Saat memotret menggunakan kamera DLSR, misalnya, dibutuhkan kestabilan tangan pada saat memegang kamera. Hal ini penting agar gambar yang diambil tidak blur. Tempat kursus biasanya sudah menyediakan peralatan berupa kamera yang digunakan untuk berlatih nantinya. Tidak perlu khawatir apabila orangtua tidak memiliki kamera sendiri karena bisa meminjam dari tempat kursus.

Baca Juga : Manfaat Belajar Fotografi Bagi Anak-anak Menurut Diana Nazareth

Fotografi sendiri adalah sebuah seni, sehingga mempelajari fotografi akan dapat mengasah daya kreativitas anak. Seiring waktu, ia akan turut belajar dalam mengambil gambar dengan nilai estetika di dalamnya. Sama halnya seperti melukis, fotografi juga akan turut memberi kesempatan anak agar dapat menyalurkan aneka ide, pikiran serta perasaanna.

Kelas fotografi akan turut mengajarkan mereka dalam menggambarkan satu momen dengan detail tanpa kata-kata. Anak yang mempelajari fotografi akan terbiasa untuk memperhatikan keadaan di sekitarnya secara lebih teliti dan jelas. Hal ini akan dapat meningkatkan kepekaan sosial di dalam diri anak. Orangtua juga dapat memamerkan hasil karya sang anak di media sosial. Jangan lupa untuk memberi caption yang menandakan bahwa foto tersebut adalah hasil karya sang anak.

Apresiasi orangtua atas hasil karya anak akan membuatnya semakin bersemangat dan juga merasa percaya diri atas kemampuan yang dimilikinya. Namun, seringkali orangtua juga akan berpikir dua kali sebelum mengikutsertakan anak dalam kursus fotografi seperti ini.

Pertimbangannya mencakup apakah kursus ini benar-benar penting? Selain itu, masalah biaya dan waktu yang harus disediakan untuk kursus juga turut menjadi pertimbangan. Tentu tak ada salahnya mengikuti kursus selama si anak memang menunjukkan ketertarikan atau bakat dalam bidang tersebut.

Apabila orangtua merasa cukup kompeten dalam bidang fotografi, maka pilihan terbaik yang dapat diberikan untuk anak adalah orangtua sendirilah yang menjadi tutor fotografi untuk anak, sehingga tidak perlu mengikuti kursus.

Kegiatan mempelajari fotografi bersama anak pun bisa dijadikan kegiatan rutin yang menyenangkan. Misalnya, seminggu sekali orangtua mengajak serta anak untuk berburu foto sambil jalan-jalan keluar rumah.

Anak dapat sekaligus belajar banyak hal sambil berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya serta mengambil foto-foto sesuai arahan orangtua. Kegiatan ini bisa jadi cara yang menyenangkan serta pastinya seru bagi anak dalam semakin mendalami fotografi.

Anak juga bisa diajari aneka hal baru, seperti mencoba aneka software editing foto, mengubah file foto dan aneka kegiatan menarik lainnya yang masih terkait dengan fotografi. Bisa jadi hal ini akan menjadi awal dari masa depan mereka nantinya di dunia fotografi.