Teknik Pencahayaan Bagi Fotografer Pemula

Teknik Pencahayaan Bagi Fotografer Pemula

Teknik Pencahayaan Bagi Fotografer Pemula. Sebagai seorang fotografer, tentunya yang dijualkan kepada konsumen ialah sebuah hasil gambar. Hasil gambar atau capture yang baik akan memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen.

Fotografer Harus Totalitas Dalam Pemotretan 

Oleh karenanya, seorang fotografer harus totalitas dalam memberikan pelayanan. Teknik-teknik dalam memotret juga harus dipahami dan dipraktekkan dengan baik. Selain mengerti tentang kamera dan pemotretan, seorang fotografer juga diwajibkan mengetahui tentang teknik pencahayaan atau lighting. Meskipun berada di luar ruangan atau outdoor dimana ada matahari bersinar terang, pengaturan cahaya juga perlu dilakukan. Bisa anda bayangkan bagaimana hasil foto outdoor yang didapatkan ketika matahari tepat berada di atas kepala.

Fotografer Harus Totalitas Dalam Pemotretan 

Tentu saja hasilnya akan gelap. Hal ini dikarenakan cahaya matahari hanya akan menyinari bagian atas kepala dan bayangan yang dihasilkan akan menutupi bagian wajah. Mengerti tentang golden hour sangatlah penting bagi seorang fotografer. Apa itu golden Hour? Golden Hour ialah waktu-waktu yang paling tepat untuk berfoto. Pada saat golden  hour tersebut, foto yang dihasilkan akan lebih terang dan jelas. Golden hour dalam fotografi ialah ketika matahari baru terbit dan akan tenggelam. Karena pada saat itulah matahari menghadap ke kita dan tidak terlalu tinggi. Sehingga hasil foto yang dihasilkan akan tampak lebih bagus.

Teknik Pencahayaan Yang Diperlukan Dalam Pemotretan

Matahari merupakan sumber cahaya yang alami. Kemudian bagaimana apabila kegiatan pemotretan dilakukan di dalam ruangan atau indoor. Melakukan pemotretan di dalam ruangan lebih membutuhkan pencahayaan. Pencahayaan di dalam ruangan perlu menggunakan teknik lighting. Apa sajakah teknik lighting tersebut?

  • Teknik lighting yang pertama ialah lighting dari arah bawah. Bisa anda bayangkan bagaimana jadinya jika main lighting diletakkan di bawah sebuah objek. Kesan seram dan horor akan lebih kuat.
  • Teknik lighting yang kedua ialah diletakkan tepat di depan objek dengan jarak yang normal. Teknik pengaturan jenis ini bertujuan membuat objek lebih jelas dari segala sisi. Teknik ini dibantu dengan background lighting dan diberikan kain yang berwarna abu-abu agar lebih memberikan efek terang yang jelas pada objek. Teknik pencahayaan seperti ini biasanya digunakan untuk memotret objek secara perfect. Sebagai contoh untuk pemotretan prewed atau cover album suatu CD musik. Tenik lighting ini disebut juga beauty lighting.
  • Teknik yang ketiga ialah main lighting diletakkan di serong belakang. Dalam teknik ini objek akan cenderung terlihat lebih gelap namun tidak seluruhnya karena masih ada cahaya dari belakang. Cahaya yang mengenai muka hanya sekita 15% saja. Teknik ini digunakan untuk menambah kesan misterius karena leih banyak bayangannya daripada pencahayaannya.
  • Kemudian ada teknik lighting menyamping lurus sejajar dengan bentuk badan. Dikarenakan main lightingnya berada di samping badan, maka bayangan yang dihasilkan ilaha 50% dari badan. Jika anda menggunakan teknik lighting ini, maka anda akan mendapatkan hasil bayangan menutupi 50% atau separuh dari muka anda. Teknik lighting seperti ini berfungsi memberikan efek dramatis pada objek yang hendak dipotret. Pada teknik ini, boleh juga digunakan sebuah reflektor jika anda merasa bayangan yang dihasilkan sangat gelap. Reflektor ini akan memantulkan cahaya yang didapatkan dari main light.
  • Teknik selanjutnya ialah lighting dengan main lighting diletakkan di depan dengan keadaan menyerong 70 derajat. Bayangan yang dihasilkan oleh teknik lighting ini akan menutupi 20% bagian wajah. Fungsi dari teknik lighting ini ialah ini memberikan efek maskulin bagi objek yang akan dipotret.